PERANAP-INHU | Poskilat.com
Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan Panen Raya Jagung Pipil Kuartal I yang dikelola melalui program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Jaya, Desa Gumanti.
Kegiatan yang berlangsung meriah di lahan pertanian desa ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Kecamatan Peranap (Upika) serta tokoh masyarakat setempat.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kemandirian Desa Hadir dalam acara tersebut Camat Peranap, Benny Aperta, SE, Kapolsek Peranap, Iptu Yopi Ferdian, SH, MH, MSI, serta perwakilan dari Danramil 05/Peranap.
Kehadiran unsur pimpinan ini menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal pertanian, melainkan hasil kolaborasi keamanan dan pendampingan pemerintahan.
Kepala Desa Gumanti, Irjon, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan BUMDes Maju Jaya dalam mengelola sektor pertanian jagung pipil ini.
”Panen raya ini adalah bukti bahwa melalui pengelolaan BUMDes yang serius, desa mampu mandiri secara pangan dan ekonomi. Kami berterima kasih atas dukungan dari pihak Kecamatan, Kepolisian, dan TNI yang terus memotivasi petani kami,” ujar Irjon.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan dan Polsek
Camat Peranap, Benny Aperta, SE, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Desa Gumanti. Menurutnya, keberhasilan panen jagung di kuartal pertama ini diharapkan menjadi stimulus bagi desa-desa lain di wilayah Peranap untuk memaksimalkan potensi lahan mereka.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Peranap Iptu Yopi Ferdian menambahkan bahwa program ketahanan pangan ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Ia memastikan bahwa Polri akan selalu hadir untuk mendampingi masyarakat dalam program-program produktif seperti ini melalui Posko Presisi.
Membangun Ekonomi Lewat BUMDes
Direktur BUMDes Maju Jaya, Marlis, menjelaskan bahwa pemilihan jagung pipil didasarkan pada permintaan pasar yang stabil dan proses perawatan yang terukur. Hasil panen ini rencananya akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak maupun industri pengolahan lainnya, yang hasilnya akan kembali menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Acara panen raya ditutup dengan prosesi pemetikan jagung secara simbolis oleh jajaran pimpinan dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama perangkat desa serta masyarakat yang antusias merayakan hasil kerja keras mereka.
A – B










