PEKANBARU | Poskilat.com
Seorang petani pencari damar bernama Butet alias Bantet (27) berhasil lolos dari maut setelah dikepung dan diserang oleh tiga ekor Harimau Sumatera sekaligus (seekor induk dan dua anaknya).
Senjata pamungkasnya yaitu sebuah tinju mentah yang ia layangkan ke wajah salah satu anak harimau.
Peristiwa menegangkan ini terjadi pada Senin (20/10) pagi.
Seperti hari² biasanya, Butet masuk seorang diri ke dalam kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) untuk mencari damar.
Meskipun sekitar pukul 09.00 WIB ia sempat mendengar suara auman harimau, ia mengabaikannya karena sudah terbiasa mendengar “sapaan” dari sang raja hutan di habitat aslinya tersebut.
Namun kali ini “sapaan” itu berubah menjadi serangan, saat sedang fokus mengambil damar, tiba² tiga ekor harimau muncul dan langsung menyerangnya.
Kronologi pertarungan hidup mati itu pun terungkap :
1. Salah satu anak harimau menerkam dan menggigit kaki Butet, ia refleks menendang harimau muda itu hingga terlepas.
2. Tak lama kemudian, sang induk bersama anak harimau lainnya (atau mungkin keduanya) menerkam lututnya, Butet kini benar² dalam kondisi terdesak.
3. Di tengah kepanikan dan rasa sakit, Butet mengumpulkan sisa keberaniannya dan melayangkan tinju keras tepat ke muka salah satu anak harimau yang menyerangnya, membuatnya terpental.
Melihat anaknya terpental akibat pukulan Butet, sang induk harimau secara mengejutkan melepaskan gigitannya dan memilih untuk pergi meninggalkan lokasi bersama kedua anaknya.
Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menduga, momen serangan itu adalah saat sang induk sedang mengajari anak-anaknya berburu.
Mungkin pada saat itu, naluri melindungi anaknya lebih kuat daripada insting membunuhnya.
Dengan luka gigitan di kaki dan lutut, Butet yang berlumuran darah berlari sekuat tenaga mencari perlindungan ke pondok terdekat.
Ia berhasil mendapatkan pertolongan dari warga dan segera dilarikan ke puskesmas, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat untuk perawatan lebih lanjut.
Kini sementara Butet menjalani pemulihan, tim BBKSDA Riau telah turun ke lokasi, mengunjungi korban dan kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya laten yang mengintai di jantung habitat Harimau Sumatera.
Kisah Butet menjadi bukti nyata akan kekuatan tekad manusia saat berhadapan langsung dengan maut.
Lidya Maya Sari















