INDRAGIRI HULU | Poskilat.com
Di balik gemerlap butiran emas yang dihasilkan dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Indragiri Hulu, tersimpan narasi pilu yang jarang terekspos ke permukaan.
Bukan sekadar soal pelanggaran UU Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun ada jeritan ekonomi yang memaksa warga bertaruh nasib hingga menjaminkan harta benda demi menyambung hidup.
Modal dari Utang dan Jaminan Tanah Bagi sebagian besar warga, terjun ke dunia tambang bukanlah pilihan gaya hidup, melainkan langkah nekat demi bertahan di tengah himpitan ekonomi. Biaya operasional yang tinggi seringkali memaksa warga berutang, bahkan hingga menggadaikan surat tanah sebagai jaminan modal.
Mislan (50), salah satu warga yang terlibat dalam aktivitas ini, mengungkapkan bahwa masyarakat sebenarnya sadar akan risiko hukum yang membayangi. Namun, ketimpangan antara pendapatan harian dengan harga kebutuhan pokok yang kian melambung tinggi tak menyisakan banyak pilihan.
”Kami paham pekerjaan ini melanggar aturan.
Tapi ekonomi saat ini sudah tidak masuk akal jika hanya mengandalkan pendapatan harian biasa. Inilah yang membuat warga berbondong-bondong turun ke tambang,” ujar Mislan dengan nada getir.
Keresahan Terhadap Oknum dan Harapan Solusi Selain dihantui rasa takut akan penertiban, warga juga mengaku gerah dengan kehadiran oknum-oknum organisasi kemasyarakatan yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Mislan menyoroti adanya oknum yang datang dengan nada intimidasi dan pemerasan, namun seketika bungkam dan memberi “lampu hijau” setelah menerima sejumlah uang.
Kondisi ini menciptakan iklim yang tidak sehat bagi masyarakat bawah yang hanya ingin mencari makan.
Oleh karena itu, warga Indragiri Hulu Kuansing dan lainnya melalui perwakilan seperti Mislan, menitipkan pesan mendalam kepada pemerintah Bukan Penindakan, Tapi Rangkulan Masyarakat berharap pemerintah hadir bukan untuk sekadar melakukan tindakan tegas, melainkan memberikan solusi konkret atau legalitas yang memungkinkan mereka bekerja dengan tenang.
Dukungan Keamanan Kerja Warga memohon adanya kebijakan yang memihak pada rakyat kecil agar mereka dapat mencari nafkah tanpa harus merasa seperti kriminal di tanah sendiri.
Pembersihan Oknum Meminta pihak berwajib menindak oknum yang menjadikan PETI sebagai ladang “jatah” premanisme.
”Jika negara memang sedang tidak baik-baik saja, tolong jangan biarkan kami semakin terpuruk,” pungkas Mislan. Peristiwa PETI di Indragiri Hulu adalah potret duka di balik kemilau emas—sebuah realita di mana rakyat kecil harus berjudi dengan hukum demi memenuhi kebutuhan meja makan.
Kontak Media: poskilat.com
















