BBM Langka di Pulau Burung, Harga Pertalite Botolan Melonjak hingga Rp25 Ribu, Warga Minta Pemerintah Bertindak.

Berita55 Views

Pulau Burung – Poskilat.com-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir Riau, semakin memprihatinkan dan memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Warga dari berbagai desa terpaksa mengantre panjang sejak siang hingga malam hari demi mendapatkan BBM, bahkan tidak sedikit yang pulang tanpa hasil.

Berdasarkan laporan tim anggota LSM 1001 Parit yang turun langsung ke lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di sejumlah titik penyaluran. Salah satu titik terpantau berada di Lapangan Podsal Ajis/Asis, yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat untuk menunggu pasokan BBM.

banner 336x280

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak serius terhadap sektor ekonomi, terutama nelayan, petani, dan pekerja harian yang sangat bergantung pada BBM.

Di tengah situasi kelangkaan tersebut, muncul praktik penjualan BBM eceran dengan harga yang melonjak tajam. Pertalite yang dijual menggunakan botol bekas air mineral kini dibanderol dengan harga berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per botol. Lonjakan harga ini dinilai tidak wajar dan sangat memberatkan masyarakat kecil.

Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk meraup keuntungan di tengah sulitnya pasokan BBM. Dari hasil pantauan di lapangan, praktik penjualan dengan harga tinggi tersebut terjadi di beberapa titik dan semakin memperparah keadaan.

Jamrani, yang merupakan narasumber dari tim LSM 1001 Parit, menyampaikan langsung kondisi di lapangan sekaligus kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi.
“Kami dari tim LSM 1001 Parit melihat langsung antrean panjang terjadi dari siang sampai malam, khususnya di Lapangan Podsal Ajis/Asis. Masyarakat sangat kesulitan mendapatkan BBM.

Bahkan ketika ada, harganya melonjak tinggi sampai Rp25 ribu per botol. Ini sangat memberatkan warga. Kami minta pemerintah jangan tutup mata dan segera mengambil tindakan tegas,” ujar Jamrani.

Ia juga menambahkan bahwa lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi diduga menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan yang terjadi di Kecamatan Pulau Burung.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. Penambahan kuota BBM, pengawasan ketat distribusi, serta penindakan terhadap oknum yang memainkan harga menjadi harapan utama warga.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Pulau Burung masih menunggu respons dan langkah nyata dari pemerintah untuk mengatasi kelangkaan BBM yang semakin meresahkan tersebut.
(Bad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *